Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Thursday, November 18, 2010

Aku Ingin

aku ingin
merasa desah resah Hajar
berlari antara Safa dan Marwah
mencari air untuk anak yang sangat dahaga
aku ingin
lalui lembah batuan
mereroka diri yang kelam ini
mengisi sinar
dibawah bayang Baitullah
Seakan terngiang tangis Ismail
yang dahaga
itulah tangis hatiku
yang gersang.

aku ingin melontar
elemen noda dalam hati
dan kembali padaMu
bersih polos
sebagai hambaMu

 Ya Allah, permudahkanlah untuk diriku untuk menjadi tetamu Mu di bumi Mekah dan terus merindui untuk kembali ke sana, sepertimana doa Nabi Ibrahim a.s..:“Wahai Tuhanku, aku tinggalkan zuriat di lembah yang gersang di sisi rumahMu (Baitul Haram) untuk didirikan solat di atasnya. Oleh itu Ya Allah, jadikanlah hati manusia rindu kepadanya, moga-moga mereka selalu kembali kepadanya (Mekah).”‌

Friday, January 22, 2010

Doa Untuk Sahabat - Herry Mardian

Begitu indah ucapan balas dari Nur; mesti kongsi kerana ia begitu menyentuh hati.....

Apa yang lebih indah

dari harumnya mawar berembun
yang tumbuh di tepi danau,
ketika dinginnya pagi beranjak dengan sopan
saat semburat tipis mentari mengintip di cakrawala?


Waktu purnama semalam permisi untuk pergi,
meninggalkan senyum tipisnya yang cantik dalam hatimu?
Yaitu saat engkau tahu
di balik semua keindahan pagi itu,

ada bahagia dari seorang sahabat
yang sedang tersenyum mengingatmu.
Ia antarkan harimu itu dengan lantunan doa indah
yang menghubungkan engkau, dia,
dan Tuhanmu,
dalam satu tali cahaya yang menyala.
Kemudian ia biarkan doa itu terbang berarak dengan riang ke langit.
Maka purnama, embun, mawar, danau, dingin, dan semburat mentari
saat itu berbicara bersama:

Hari ini engkau akan tersenyum,
sebagaimana Tuhan tersenyum pada engkau dan dia, saat itu.



Herry Mardian, 7 Mei 2006,