Sunday, January 17, 2010

Shyyyyy....Koh Lanta

indera samudra melandai fantasi; sunyi nan indah bila cuma berdua
ataukah paling teruja mengayuh mimpi sendiri......nun pulau impian di ufuk sana menggamit rindu berlabuh pada sang senjakala

sang pendayung tidaklah lelah, cuma berhenti pada aturan alam. Kala senja berlabuh, pelayar kembali merafak istirehat; kerana janji nya pada alam menyertai mimpi malam.
nyanyian angin pun bersunyi...
di teratak malam....
berpadu sinar jingga ; juga sang mergastua

Note: with credit to MRH-taken by Nikon D80

4 comments:

MULAN said...

beautiful..!!!

Jamilah aka Kakcik said...

untouched beauty, indeed!

silversarina said...

Ya Allah, memang cantik !!

Nur said...

Apa yang lebih indah
dari harumnya mawar berembun
yang tumbuh di tepi danau,
ketika dinginnya pagi beranjak dengan sopan
saat semburat tipis mentari mengintip di cakrawala?

Waktu purnama semalam permisi untuk pergi,
meninggalkan senyum tipisnya yang cantik dalam hatimu?

Yaitu saat engkau tahu
di balik semua keindahan pagi itu,
ada bahagia dari seorang sahabat
yang sedang tersenyum mengingatmu.

Ia antarkan harimu itu dengan lantunan doa indah
yang menghubungkan engkau, dia,
dan Tuhanmu,
dalam satu tali cahaya yang menyala.

Kemudian ia biarkan doa itu terbang berarak dengan riang ke langit.

Maka purnama, embun, mawar, danau, dingin, dan semburat mentari
saat itu berbicara bersama:

Hari ini engkau akan tersenyum,
sebagaimana Tuhan tersenyum pada engkau dan dia, saat itu.


Herry Mardian, 7 Mei 2006,
http://suluk.blogsome.com/2006/05/07/doa-untuk-sahabat/#more-98